SE SEKDA Pemerintah Kab Bantul Nomor B/400.7.1/00048/DINKES tentang Kesiapsiagaan Leptospirosis

13 Januari 2026
SYAHRUL NUR ROMADLON
Dibaca 23 Kali
SE SEKDA Pemerintah Kab Bantul Nomor B/400.7.1/00048/DINKES tentang Kesiapsiagaan Leptospirosis

Kalurahan Wonokromo – Menindaklanjuti Surat Edaran dari SEKDA Pemerintah Kabupaten Bantul Nomor B/400.7.1/00048/DINKES tentang Kesiapsiagaan Mengantisipasi Peningkatan Kasus Leptospirosis di Kabupaten Bantul maka perlu adanya langkah – langkah penanganan Kasus Leptospirosis.

Apa itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang menular melalui kontak dengan urine hewan terinfeksi (terutama tikus) yang mencemari air atau tanah, sering kali muncul saat musim hujan atau banjir. Penyakit ini dapat menyerang manusia dan hewan, dan tanpa pengobatan, dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, hingga kematian, dengan gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Penyebab dan Penularan

Penyebab          : Bakteri Leptospira.

Sumber              : Urine hewan yang terinfeksi, seperti tikus, sapi, anjing, dan babi.

Cara Penularan:

  1. Kontak kulit (terutama kulit luka) dengan air atau tanah yang terkontaminasi.
  2. Kontak selaput lendir (mata, hidung, mulut) dengan cairan terkontaminasi.
  3. Menelan atau menghirup air terkontaminasi.
  4. Sering terjadi setelah banjir, karena genangan air menjadi tempat penyebaran bakteri.

Gejala Umum

  1. Gejala awal mirip flu, namun bisa berkembang menjadi lebih parah
  2. Demam tinggi, menggigil.
  3. Sakit kepala, nyeri otot parah.
  4. Mual, muntah, diare.
  5. Mata merah (kemerahan pada selaput putih mata).
  6. Kuning pada kulit dan mata (jaundice).
  7. Ruam merah pada kulit.

Bahaya Tanpa Pengobatan

Jika tidak diobati, leptospirosis bisa menyebabkan komplikasi serius seperti:

  1. Kerusakan ginjal dan hati.
  2. Meningitis (radang selaput otak).
  3. Kesulitan bernapas (gagal paru).

Pencegahan

  1. Hindari kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi, terutama saat banjir.
  2. Gunakan pelindung saat berada di area rawan (seperti sepatu bot dan sarung tangan).
  3. Jaga kebersihan lingkungan.
  4. Segera obati luka terbuka.